oleh J Nursyawali
Di Setiap Waktu Ku Sering Memuji Mu
Di Lain Waktu Ku Lupakan Ni'mat Mu
Ku Berikrar Di Setiap Sholatku
Ku Pun Ingkar Di Setiap Jalanku
Penyesalan Selalu Ku Lakukan
Setiap Ku Melakukan Sesuatu
Tanpa Ragu Ku Memohon Ampunan Mu
Tak Lama Lagi Ku Lakukan Kembali
Memang Manusia Takkan Lepas Dari
Khilaf Dan Salah Yang Berulang Kali
Tetapi Allah Selalu Membuka
Pintu Taubat Kepada Setiap HambaNYa
Yaa Allah Yaa Ghofur
Ampunkanlah Segala Dosaku
Berikan Keteguhan Tek Lupakan Penyesalan
Ku Ingin Menerus Kembali Ke Jalan Yang Lurus
Yaa Allah Yaa Akhir
Jadikanlah Ini Penyesalan Terakhir
Selengkapnyah...
TEKATEKI AL-GAZHALI
a. Orang Tua
b. Guru
c. Teman
d. Kekasih
2. Apa yang paling jauh dari kita ?
a. Matahari
b. Bulan
c. Langit
d. Planet Neptunus
3. Apa yang paling besar bagi kita ?
a. Gunung
b. Gedung
c. Gajah
d. Gapura
4. Apa yang paling berat bagi kita ?
a. Baja
b. Besi
c. Bumi
d. Batu
5. Apa yang paling ringan bagi kita ?
a. Kapas
b. Kertas
c. Kerikil
d. Koral
6. Apa yang paling tajam bagi kita ?
a. Pedang
b. Parang
c. Pisau
d. Pemotong
Jawaban nyah adalah . . . .
1. Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah Mati. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Q.S. Al-Imran : 185 ).
2. Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah Masa Lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
3. Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling besar adalah Hawa Nafsu ( Q.S. Al-A`raf : 179 ). Kerap kali kita kesulitan mengendalikannya, maka berhati-hatilah.
4. Seperti biasa semua itu benar. Yang paling berat adalah Memegang Amanah ( Q.S. Al-Ahzab : 72 ). Bagaimana banyak orang yang tak mampu memegangnya hingga menjadi kebiasaan yang tak tersadarkan seperti tulisan ini.
5. Lagi-lagi semua jawaban itu benar. Tapi yang paling ringan Meninggalkan Shalat. Jujur telah terbukti pada manusia yang menunda shalat tepat waktu dengan alasan duniawi. Persis seperti kita yang sedang belajar, bekerja, bahkan berjuang di jalan Allah atau berdakwah dengan alasan takut tertinggal, terlewatkan, dipecat, tak disiplin, kehilangan masa, dan masih banyak lagi.
6. Benar Semua pemotong pasti tajam. Tapi da hal lain yang paling tajam adalah Lidah Manusia. Dengan lidah kita dapat berucap sesuka kita bahkan melukai perasaan, menyakiti hati, dan menjatuhkan air muka saudara sendiri.
APRIL MOP = "HARI DUKA" BAGI MUSLIM
Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)
SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhir dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena
sikap para penguasa Islam begitu baik
dan rendah hati, maka banyak orang-orang
Spanyol yang kemudian dengan tulus dan
ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol
bukan hanya beragama Islam, namun mereka
sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan
secara Islami. Mereka tidak hanya
membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah
laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka
selalu berkata tidak untuk musik, bir,
pergaulan bebas, dan segala hal yang
dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti
itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih
ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal
lelah terus berupaya membersihkan Islam
dari Spanyol, namun mereka selalu gagal.
Telah beberapa kali dicoba tapi selalu
tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah
mata-mata untuk mempelajari kelemahan
umat Islam di Spanyol. Akhirnya
mata-mata itu menemukan cara untuk
menaklukkan Islam di Spanyol, yakni
pertama-tama harus melemahkan iman
mereka dulu dengan jalan serangan
pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka
mengirim alkohol dan rokok secara gratis
ke dalam wilayah Spanyol. Musik
diperdengarkan untuk membujuk kaum
mudanya agar lebih suka bernyanyi dan
menari ketimbang baca Qur’an. Mereka
juga mengirim sejumlah ulama palsu yang
kerjanya meniup-niupkan perpecahan di
dalam tubuh umat Islam Spanyol.
Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai
pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan
Salib benar-benar dilakukan dengan kejam
tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak
hanya pasukan Islam yang idbantai, juga
penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil,
orang-orang tua, semuanya dihabisi
dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh,
Granada adalah daerah terakhir yang
ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di
Spanyol (juga disebut orang Moor)
terpaksa berlindung di dalam rumah untuk
menyelamatkan diri. Tentara-tentara
Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal
menyisakan ribuan mayat yang
bergelimpangan bermandikan genangan
darah, tentara Salib mengetahui bahwa
banyak Muslim Granada yang masih
bersembunyi di rumah-rumah. Dengan
lantang tentara Salib itu meneriakkan
pengumuman, bahwa para Muslim Granada
bisa keluar dari rumah dengan aman dan
diperbolehkan berlayar keluar dari
Spanyol dengan membawa barang-barang
keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan
membawa kalian keluar dari Spanyol sudah
kami persiapkan di pelabuhan. Kami
menjamin keselamatan kalian jika ingin
keluar dari Spanyol, setelah ini maka
kami tidak lagi memberikan jaminan!”
demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan
tawaran ini. Beberapa dari orang Islam
diperbolehkan melihat sendiri
kapal-kapal penumpang yang sudah
dipersiapkan di pelabuhan. Setelah
benar-benar melihat ada kapal yang sudah
dipersiapkan, maka mereka segera bersiap
untuk meninggalkan Granada bersama-sama
menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka
pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim
Granada yang keluar dari rumah-rumahnya
dengan membawa seluruh barang-barang
keperluannya beriringan jalan menuju
pelabuhan. Beberapa orang Islam yang
tidak mempercayai tentara Salib bertahan
dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol
berkumpul di pelabuhan, dengan cepat
tentara Salib menggeledah rumah-rumah
yang telah itinggalkan penghuninya.
Lidah api terlihat menjilat-jilat
angkasa ketika para tentara Salib itu
membakari rumah-rumah tersebut bersama
orang-orang Islam yang masih bertahan di
dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan
di pelabuhan hanya bisa terpana ketika
tentara Salib juga membakari kapal-kapal
yang dikatakan akan mengangkut mereka
keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu
dengan cepat tenggelam. Ribuan umat
Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena
sama sekali tidak bersenjata. Mereka
juga kebanyakan terdiri dari para
perempuan dan anak-anaknya yang masih
kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu
telah mengepung mereka dengan pedang
terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya,
ribuan tentara Salib itu segera
membantai dan menghabisi umat Islam
Spanyol tanpa perasaan belas kasihan.
Jerit tangis dan takbir membahana.
Dengan buas tentara Salib terus
membunuhi warga sipil yang sama sekali
tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu
habis dibunuh dengan kejam. Darah
menggenang di mana-mana. Laut yang biru
telah berubah menjadi merah
kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan
dengan tanggal 1 April. Inilah yang
kemudian diperingati oleh dunia Kristen
setiap tanggal 1 April sebagai April Mop
(The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu
merupakan tragedi yang sangat
menyedihkan. Hari di mana ribuan
saudara-saudaranya seiman disembelih dan
dibantai oleh tentara Salib di Granada,
Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak
pantas jika ada orang Islam yang
ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab
dengan ikut merayakan April Mop,
sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut
bergembira dan tertawa atas tragedi
tersebut. Siapa pun orang Islam yang
turut merayakan April Mop, maka ia
sesungguhnya tengah merayakan ulang
tahun pembunuhan massal ribuan
saudara-saudaranya di Granada, Spanyol,
beberapa abad silam.
1 ApriL = Hari duka bagi Muslim
Yu.. kita panjatkan doa!!
Selengkapnyah...
SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhir dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena
sikap para penguasa Islam begitu baik
dan rendah hati, maka banyak orang-orang
Spanyol yang kemudian dengan tulus dan
ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol
bukan hanya beragama Islam, namun mereka
sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan
secara Islami. Mereka tidak hanya
membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah
laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka
selalu berkata tidak untuk musik, bir,
pergaulan bebas, dan segala hal yang
dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti
itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih
ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal
lelah terus berupaya membersihkan Islam
dari Spanyol, namun mereka selalu gagal.
Telah beberapa kali dicoba tapi selalu
tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah
mata-mata untuk mempelajari kelemahan
umat Islam di Spanyol. Akhirnya
mata-mata itu menemukan cara untuk
menaklukkan Islam di Spanyol, yakni
pertama-tama harus melemahkan iman
mereka dulu dengan jalan serangan
pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka
mengirim alkohol dan rokok secara gratis
ke dalam wilayah Spanyol. Musik
diperdengarkan untuk membujuk kaum
mudanya agar lebih suka bernyanyi dan
menari ketimbang baca Qur’an. Mereka
juga mengirim sejumlah ulama palsu yang
kerjanya meniup-niupkan perpecahan di
dalam tubuh umat Islam Spanyol.
Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai
pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan
Salib benar-benar dilakukan dengan kejam
tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak
hanya pasukan Islam yang idbantai, juga
penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil,
orang-orang tua, semuanya dihabisi
dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh,
Granada adalah daerah terakhir yang
ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di
Spanyol (juga disebut orang Moor)
terpaksa berlindung di dalam rumah untuk
menyelamatkan diri. Tentara-tentara
Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal
menyisakan ribuan mayat yang
bergelimpangan bermandikan genangan
darah, tentara Salib mengetahui bahwa
banyak Muslim Granada yang masih
bersembunyi di rumah-rumah. Dengan
lantang tentara Salib itu meneriakkan
pengumuman, bahwa para Muslim Granada
bisa keluar dari rumah dengan aman dan
diperbolehkan berlayar keluar dari
Spanyol dengan membawa barang-barang
keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan
membawa kalian keluar dari Spanyol sudah
kami persiapkan di pelabuhan. Kami
menjamin keselamatan kalian jika ingin
keluar dari Spanyol, setelah ini maka
kami tidak lagi memberikan jaminan!”
demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan
tawaran ini. Beberapa dari orang Islam
diperbolehkan melihat sendiri
kapal-kapal penumpang yang sudah
dipersiapkan di pelabuhan. Setelah
benar-benar melihat ada kapal yang sudah
dipersiapkan, maka mereka segera bersiap
untuk meninggalkan Granada bersama-sama
menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka
pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim
Granada yang keluar dari rumah-rumahnya
dengan membawa seluruh barang-barang
keperluannya beriringan jalan menuju
pelabuhan. Beberapa orang Islam yang
tidak mempercayai tentara Salib bertahan
dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol
berkumpul di pelabuhan, dengan cepat
tentara Salib menggeledah rumah-rumah
yang telah itinggalkan penghuninya.
Lidah api terlihat menjilat-jilat
angkasa ketika para tentara Salib itu
membakari rumah-rumah tersebut bersama
orang-orang Islam yang masih bertahan di
dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan
di pelabuhan hanya bisa terpana ketika
tentara Salib juga membakari kapal-kapal
yang dikatakan akan mengangkut mereka
keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu
dengan cepat tenggelam. Ribuan umat
Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena
sama sekali tidak bersenjata. Mereka
juga kebanyakan terdiri dari para
perempuan dan anak-anaknya yang masih
kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu
telah mengepung mereka dengan pedang
terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya,
ribuan tentara Salib itu segera
membantai dan menghabisi umat Islam
Spanyol tanpa perasaan belas kasihan.
Jerit tangis dan takbir membahana.
Dengan buas tentara Salib terus
membunuhi warga sipil yang sama sekali
tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu
habis dibunuh dengan kejam. Darah
menggenang di mana-mana. Laut yang biru
telah berubah menjadi merah
kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan
dengan tanggal 1 April. Inilah yang
kemudian diperingati oleh dunia Kristen
setiap tanggal 1 April sebagai April Mop
(The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu
merupakan tragedi yang sangat
menyedihkan. Hari di mana ribuan
saudara-saudaranya seiman disembelih dan
dibantai oleh tentara Salib di Granada,
Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak
pantas jika ada orang Islam yang
ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab
dengan ikut merayakan April Mop,
sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut
bergembira dan tertawa atas tragedi
tersebut. Siapa pun orang Islam yang
turut merayakan April Mop, maka ia
sesungguhnya tengah merayakan ulang
tahun pembunuhan massal ribuan
saudara-saudaranya di Granada, Spanyol,
beberapa abad silam.
1 ApriL = Hari duka bagi Muslim
Yu.. kita panjatkan doa!!
KASIH IBU 'MEMANG' SEPANJANG JALAN
Oleh Ellnovianty Nine
Siapapun mungkin hafal betul dengan pepatah, ’kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah’. Sebenarnya tanpa kita sadari pepatah ini sering terjadi di dalam kehidupan kita. Makna pepatah ini baru benar-benar aku rasakan ketika aku hidup terpisah dari orang tua, jauh di negeri Sakura.
Tahun 1997 hidupku di perantauan dimulai. Jepang, negeri yang sangat terkenal sebagai negera Asia dengan tingkat ekonomi, teknologi, sosial budaya yang sudah modern. Di negeri ini aku memperdalam Bahasa Jepang sambil bekerja paruh waktu. Ini kulakukan untuk membiayai uang kuliah dan kehidupan sehari-hariku.
Tak terasa waktu sudah berlalu. Ketika berangkat usiaku masih 23 tahun, masih ranum bak bunga yang sedang mekar. Namun seperti tersihir dalam rutinitas kehidupan ’layaknya’ orang Jepang-yang workchoholic, tak terasa aku sudah menjadi wanita matang berusia 30 tahun. Tingkat pendidikanku pun ikut bertambah seiring pertambahan usia tadi. Pertambahanusia sebanyak 7 tahun itusemuanya kulalui di negeri Sakura.
Ketika memutuskan untuk ’break’ sejenak dari rutinitas di Jepang, aku memutuskan kembali ke Indonesia dan bekerja di salah satu lembaga internasional milik pemerintah Jepang. Sebelum mudik ke tanah air, aku mencoba merealisasikan mimpiku yakni mengundang orang tuaku melihat negeri matahari terbit ini.
Sayangnya hanya Mamaku yang menyatakan akan berangkat ke Jepang, sedangkan Papaku memilih tidak pergi karena alasan kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Akhirnya berangkatlah Mamaku, sendirian!
Dengan berbekal segala informasi perjalanan yang kutulis sedetil-detilnya dalam Bahasa Indonesia, Mama yang ’kedengarannya’ sangat tegar dan teguh, menyatakan siap berangkat.
Kutunggu Mama di Bandara Internasional Osaka-Jepang. Kubayangkan pertemuan yang indah dengannya. Wanita yang telah melahirkanku, membesarkanku, menerima keluh kesahku sejak bayi hingga remaja dengan ikhlas. Wanita yang tak lupa mengirimiku puluhan pucuk surat, menjadi tempat rinduku tertumpah sekian tahun. Dua ribu hari telah terlewati tanpa bisa menemui wajahnya setiap hari.
Menit demi menit kutunggu dengan gelisah. Jadwal kedatangan pesawatnya sudah lewat dari setengah jam, tapi sosok Mama tak muncul juga. Kegelisahanku memuncak ketika seeorang penumpang yang baru keluar dari pintu imigrasi menyapaku.
”Anaknya Ibu Dahniar?” Aku mengangguk.
”Sabar ya, Ibunya sebentar lagi keluar. Tapi dia sakit,” kata orang itu lagi.
Deg! Hatiku jadi tak menentu. Kakiku terasa tidak berpijak di bumi. Lunglai diriku ketika melihat Mama keluar dari pintu tempat para penunggu dengan menggunakan kereta dorong. Didorong oleh petugas bandara. Kudapati cerita dari seorang wanita-yang ternyata seorang dokter, dan teman Mama sebangku di pesawat, bahwa kesehatan Mama ’drop’ ketika pesawat mulai terbang di atas Pulau Kalimantan. Beberapa kali pesawat terkena ’turbulance’, dari sejak itulah Mama muntah dan tak bisa makan. Ternyata gula darah Mama drop, sehingga kepalanya pusing dan denyut nadinya cukup lemah. Untungnya ada dokter wanita itu yang merawat Mama sepanjang jalan.
Kali kedua keberangkatan Mama ke Jepang yakni tahun 2008, adalah untuk membantuku menghadapi proses persalinan anak kedua. Setelah kepulanganku ke tanah air dulu, Allah ternyata menakdirkan diriku kembali ke Jepang. Aku berjodoh dengan pria Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S-3 di kota salju, Sapporo.
Dari pernikahan kami ini telah lahir anak pertama. Tak sampai dua tahun memiliki putri sulung, aku kembali berbadan dua. Sejak menikah, aku berprofesi sebagai ’full-time house wife’. Aku mengemban amanah suami dalam mengurus rumah tangga dan anak sendirian, tanpa pembantu. Karena memekerjakan pembantu di Jepang adalah hal yang tidak mungkin dari segi ekonomi kami. Ketika rencana kelahiran anak kedua kami tinggal tiga bulan lagi, kami meminta bantuan Mama agar datang lagi ke Jepang. Ketika aku dan suami menghadapi proses persalinan, maka si sulung bisa diasuh oleh Neneknya.
Mama yang dulu pernah datang ke Jepang dengan segala traumanya, justru sangat optimis! Kali ini rute yang akan dilewati Mama jauh berbeda dengan rute sebelumnya. Kalau dulu Mama berangkat dari Jakarta langsung menuju Osaka, hanya transit di Bali. Kali ini Mama akan melewati rute Jakarta-Seoul-Sapporo. Mama harus transit sekian jam di Bandara International Incheon-Seoul. Tapi Mama menyakinkan kami bahwa bisa ’terbang sendiri’, berbekal pengalamannya terdahulu.
Ketika kali kedua aku, suami dan putri sulung kami menunggu di Bandara Chitose-Sapporo, hatiku seperti beberapa tahun lalu. Rasa takut sangat menguasai hati dan pikiranku. Bagaimana ya kali ini? Mama sukses tidak ya? Kalau terjadi apa-apa dengannya, apakah akan ada orang yang membantunya?
Mama sering bercerita kepada kami, untuk keberangkatannya yang kedua kali ini, dia bahkan kursus bahasa Inggris private! Mamaku dengan usianya yang sudah 56 tahun, tak pernah menyentuh bangku kuliah, tak punya ilmu dasar Bahasa Inggris, tetapi begitu bersemangat ’mengeluarkan uangnya sendiri’. Diam-diam mengambil les privat. Aku dan suami sampai takjub dengan semangatnya.
Lima belas menit berlalu dari jam kedatangan pesawat. Aku benar-benar tak tenang. Sangking khawatirnya aku memilih pergi ke kamar mandi, menenangkan jiwaku yang luar biasa gelisah. Aku berharap jika aku kembali ke tempat kami menunggu, maka Mama sudah ada. Tapi sekembalinya ke pintu keluar, tetap saja belum ada sosok Mama di situ. Padahal suamiku tak beranjak di tempat itu, biar ketika Mama keluar dia bisa langsung melihat kehadiran kami.
Badanku sudah tak bisa diatur lagi. Mondar sana, mondar sini. Suamiku mengerti kegelisahanku, karena aku pernah bercerita tenang kondisi Mama dulu. Suamiku hanya bisa menenangkan diriku.
”Keluarga Ibu Dahniar?” Seseorang menegur kami dalam Bahasa Jepang. Seorang wanita! Usianya sudah cukup tua, tapi sangat ‘fashionable’-khas orang Jepang. Suamiku mengangguk, tapi aku semakin tak karuan.
“Ada sesuatu dengan Ibu saya?”tanyaku tak sabar. Si sulung juga tak sabar ingin bertemu Neneknya, sejak tadi ditarik-tariknya ujung bajuku. Membuatku semakin gelisah.
”Iya. Dia tadi sebangku dengan saya. Sekarang sedang mengisi questionarre, keliatannya ada yang sulit dan tidak dimengertinya. Sehingga dibantu oleh petugas bandara.
”Kang, gimana nih? Duuuh, Mama kenapa ya?” Aku menempelkan badanku ke Suami, meminta ketenangan. Dia memegang jemari kananku erat-erat dan berbisik,”Sabar, semoga Mama tidak apa-apa.”
Setiap kali pintu otomatis itu terbuka dan tertutup, tubuhku selalu sudah setengahnya melongok ke dalam. Tapi yang ada hanya meja-meja petugas cek barang yang sulit tembus pandang.
Ketika kepasrahanku sudah diambang batas, tiba-tiba Mama keluar dengan wajah kuyu tapi dengan senyum yang melegakan hati kami.
”Eiiii...cucuku Alma. Udah dari tadi nunggu ya.” Mama langsung ’rame’ seperti biasa. Kusalami tangannya dengan perasaan masih dengan kegelisahan yang tersisa. Sambil berjalan melewati rute ke kereta bawah tanah, Mama terus bercerita mengapa dirinya sampai jadi ’penumpang terakhir lagi’ yang keluar dari imigrasi.
Ternyata, ini ada kaitannya dengan pengisian questionarre yang biasa dibagikan di dalam pesawat, sebelum mendarat. Dari sekian banyak pertanyaan, ada satu yang membingungkan Mama. Yakni, ”What is your occupation?”
“Terus, Mama bingungnya di mana?” tanya kami.
”Iya, Mama kan nggak tahu kalau occupation itu artinya pekerjaan. Yang mama tahu kan pekerjaan itu ’work’ atau ’job’. Makanya Mama bingung ampun-ampunan.”
”Oo gitu ya, Ma".
Aku sungguh kagum dengan daya ingat Mama tentang kata ‘work’ dan ‘job’. Padahal beliau hanya
kursus kurang dari tiga bulan, itu pun ’belang betong’ kata Mama. Kasihan juga Mama, sampai harus memeras pikirannya untuk pertanyaan itu.
kursus kurang dari tiga bulan, itu pun ’belang betong’ kata Mama. Kasihan juga Mama, sampai harus memeras pikirannya untuk pertanyaan itu.
”Satu lagi ada pertanyaan tentang ’mariyuana’. Mama nggak ngerti apa itu? Mama taunya ekstasi. Ternyata jenis obat keras ya...hahaha.” Mama tertawa lepas.
Mungkin Mama segelisah aku. Terbang kedua kalinya ke Jepang pastilah bukan ’urusan gampang’ untuk seorang Nenek. Jangankan untuk Mamaku, untuk kaum muda saja pasti setiap perjalanan itu akan menemukan hal-hal baru. Seperti aku yang menemukan kebenaran bahwa kasih ibu itu memang sepanjang jalan.
********
Sebulan setelah kelahiran buah hati kami yang kedua, Mama mengirimi kami sebuah buku notes. Di dalamnya ada tersurat tulisan tangan Mama tentang ’long journey’-nya yang seru ketika pulang sendiri dari Sapporo ke Indonesia.
Tersurat bagaimana repotnya Mama dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Mulai dari Bandara Chitose-Sapporo, lalu transit 7 jam di Bandara Incheon-Seoul. Kemudian keesokan harinya berangkat lagi ke Indonesia dengan jalur Denpasar Bali dan akhirnya kembali menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno Hatta-Jakarta.
Apalah kekuatan tubuh seorang nenek yang bepergian seorang diri. Dengan beban oleh-oleh di tasnya yang over-weight. Tetapi semua itu dia bawa karena cinta kepada keluarga yang ditinggalkannya di Bandung.
Mama bercerita dalam suratnya, "Mama tak sanggup menahan air mata yang jatuh di dalam pesawat. Saat itu Mama takuuut sekali. Mama tak punya siapa-siapa dalam perjalanan. Satu-satunya penolong Mama adalah Allah swt. Selain itu Mama kangen lihat wajah cucu Mama, Alma dan si baby Tiara. Ingin rasanya Mama kembali aja ke lobby kedatangan, bergabung lagi dengan kalian di Sapporo. Tapi kalau ingat Papa kalian yang sakit-sakitan, Mama tak punya harapan.Harus tetap pulang!"
Ah, hati kami begitu trenyuh membaca suratnya.
Ya Allah, semoga ketika waktunya anak-anak kami membutuhkan kami, maka kami pun bisa seperti Mama. Kuat iman, kuat raga, dan pasrah kepadaMu.
DAN SALJUPUN BERTASBIH
oleh Sayripudin Zuhri
Ada harapan bersama pada musim dingin di Moskow, apa itu ? Salju. ya salju adalah karunia Allah SWT yang sangat dinantikan oleh siapapun yang berada di negara yang mengenal empat musim. Karena salju adalah fenomena alam yang menarik, indah dan mistis. Kenapa menarik ? Karena salju yang lembut dan berwarna putih itu demikian mempesona, dipegang amat lembut dan halus,siapapun yang memegang akan menyukainya.
Keindahan salju telah membuat para seniman berkarya, ada yang melukis, membuat puisi, membuat lagu dan sebagainya. Dan kenapa mistis ? Karena saat salju turun ada suasana yang amat menggugah perasaan, betapa besar Tuhan telah menciptakan salju, yang membuat manusia merasa bahagia karenanya, butir-butiran salju turun ke bumi dan saljupun bertasbih, hanya saja kita tak mengetahui tasbih salju itu
Salju turun ke bumi, anak-anak menyembutnya dengan riang gembira, mereka berlari dan tertawa sambil main timpuk-timpukan salju, inilah timpukan yang di bolehkan, tidak menyakitkan, justru ketika di timpuk ada kegembiraan yang luar biasa, tak ada timpukan yang membuat orang menjadi gembira, kecuali ketika ditimpuk salju. Maha besar Allah yang telah menciptakan salju yang membuat manusia manjadi begitu riang, bahagia, senang, bersuka cita. Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah yang telah menciptakan salju.
Dalam firmanNya dikatakan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi, semua bertasbih kepadaNya, dengan demikian makhluk yang satu inipun, yaitu salju ikut bertasbih, mensucikan asmaNya yang Maha Agung, yang Maha Suci dan maha Besar. Salju yang kelihatannya biasa, menyimpan rahasia Allah yang Maha Besar, salju yang awalnya adalah air, berubah sedemikian rupa ketika suhu berkisar antara nol derajat celcius, salju bergerak diantara nol derajat tersebut, tidak boleh lebih, tidak boleh kurang, itulah sunnatullahNya.
Bila suhu terlalu tinggi bergerak ke plus, maka salju akan berubah menjadi air hujan dan sebaliknya ketika suhu menurun ketingkat yang lebih rendah yaitu minus sekian derajat celcius, maka salju bukan benda yang lembut, tapi sekeras batu ! Dan saat itu salju bukan lagi salju, tapi batus es ! Jangan coba-coba melemparkannya kepada siapapun, bila terkena, ya sama saja kita di lempar batu, bisa bocor kepala ! Bukan hanya kepala, mobil yang terkena salju yang sudah berubah menjadi es, bukan hanya penyok, tapi bisa bolong !
Lagi-lagi alam Moskow bisa dijadikan guru untuk belajar dan emang apapun yang dicptakan Allah tak ada yang sia-sia, dan Dia menciptakan sesuatu bukan main-main. Semua ciptaanNya diciptkan punya maksud dan tujuan tertentu, yang terkadang manusia begitu lemah untuk mengetahui rahasiaNya, termasuk untuk memahami salju. Sehingga salju yang turun ke bumi, sepertinya biasa-biasa saja, sama dengan kejadian atau peristiwa alam yang lainnya.
Padahal salju yang telah diciptakan Allah SWT telah membuat begitu banyak pakar ilmuwan untuk menggalinya, betapa banyak perancang-perancang busana yang membuat pakaian yang berbagai macam jenisnya untuk menyambut sang salju, betapa banyak jenis olah raga dibuat untuk menghadapi salju ini, betapa banyak jenis peralatan olah raga untuk digunakan bermain salju, betapa banyak roda mobil yang diptakan khusus menghadapi musim bersalju, betapa banyak mobil dibuat untuk menghadapi salju dan seterusnya. Allahu Akbar !
Allah benar-benar tidak bermain-main menciptakan makhluknya yang satu ini, salju ! Ya salju adalah salah satu kreasi Allah yang Maha Besar, manusia yang tak bisa main-main berhadapan dengan salju, kelihatannya sederhana, namun kita kita lalai dan menganggap remeh berhadapan dengan salju, maka baru jalan saja, bila kita tak hati-hati akan terpeleset dan jatuh. Mobil bila tidak memakai ban yang berpaku, siap-siap menerima resiko terburuk, terbalik, tabrakan atau terjungkal. Berpakainpun begitu, bila tak rapat ( Seluruh tubuh tertutup, kecuali muka), apa lagi leher tidak pakai syal, maka siap-siap menyambut sang batuk, a cough !
Jadi salju yang diciptakanNya memberikan pelajaran bagi manusia, agar berlaku bijak dalam menghadapi apapun, tidak kecuali salju. Salju yang bisa menjadi begitu lembut dan cair, namun satu saat bisa begitu keras sekeras batu kali ! Dan kitapun, manusia bisa selembut salju dan secair hujan, namun satu saat hati kita bisa sekeras batu. Hati yang lembut biasanya di isi dengan dzikir, membaca Al Qur'an, mendengar kalam Illahi dan sebagainya. Sedangkan hati yang seperti salju yang sudah menjadi es, maka hati itu sekeras batu dan hati yang sekeras batu, biasanya adalah hati yang jarang disentuh oleh dzikir, tidak membaca Al Qur'an, tidak mendengarkan kalam Illahi dan seterusnya.
Jika salju saja bertasbih kepadaNya dan dapat menunjukan kekuasaanNya, mengapa manusia begitu keras hatinya, hingga untuk bertasbih atau berdzikir kepadaNya, malesnya minta ampun. Padahal dzikir itu gratis ! Dengan mengucap tasbih, tahmid, takbir, tahlil yang begitu ringan melakukannya, tapi timbangan amalnya di hadapan Allah begitu besar ! Jika salju saja bertasbih, mengapa kita tidak ikut bertasbih dengan turunnhya salju, turunnya hujan, turunnya rezeki, turunnya nikmat, turunnya karunia kepada kita. Mengapa kita tidak bertasbih kepadaNya ? Tidak malukah kita kepada salju yang bertasbih kepadaNya ?
Selengkapnyah...
Ada harapan bersama pada musim dingin di Moskow, apa itu ? Salju. ya salju adalah karunia Allah SWT yang sangat dinantikan oleh siapapun yang berada di negara yang mengenal empat musim. Karena salju adalah fenomena alam yang menarik, indah dan mistis. Kenapa menarik ? Karena salju yang lembut dan berwarna putih itu demikian mempesona, dipegang amat lembut dan halus,siapapun yang memegang akan menyukainya.
Keindahan salju telah membuat para seniman berkarya, ada yang melukis, membuat puisi, membuat lagu dan sebagainya. Dan kenapa mistis ? Karena saat salju turun ada suasana yang amat menggugah perasaan, betapa besar Tuhan telah menciptakan salju, yang membuat manusia merasa bahagia karenanya, butir-butiran salju turun ke bumi dan saljupun bertasbih, hanya saja kita tak mengetahui tasbih salju itu
Salju turun ke bumi, anak-anak menyembutnya dengan riang gembira, mereka berlari dan tertawa sambil main timpuk-timpukan salju, inilah timpukan yang di bolehkan, tidak menyakitkan, justru ketika di timpuk ada kegembiraan yang luar biasa, tak ada timpukan yang membuat orang menjadi gembira, kecuali ketika ditimpuk salju. Maha besar Allah yang telah menciptakan salju yang membuat manusia manjadi begitu riang, bahagia, senang, bersuka cita. Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah yang telah menciptakan salju.
Dalam firmanNya dikatakan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi, semua bertasbih kepadaNya, dengan demikian makhluk yang satu inipun, yaitu salju ikut bertasbih, mensucikan asmaNya yang Maha Agung, yang Maha Suci dan maha Besar. Salju yang kelihatannya biasa, menyimpan rahasia Allah yang Maha Besar, salju yang awalnya adalah air, berubah sedemikian rupa ketika suhu berkisar antara nol derajat celcius, salju bergerak diantara nol derajat tersebut, tidak boleh lebih, tidak boleh kurang, itulah sunnatullahNya.
Bila suhu terlalu tinggi bergerak ke plus, maka salju akan berubah menjadi air hujan dan sebaliknya ketika suhu menurun ketingkat yang lebih rendah yaitu minus sekian derajat celcius, maka salju bukan benda yang lembut, tapi sekeras batu ! Dan saat itu salju bukan lagi salju, tapi batus es ! Jangan coba-coba melemparkannya kepada siapapun, bila terkena, ya sama saja kita di lempar batu, bisa bocor kepala ! Bukan hanya kepala, mobil yang terkena salju yang sudah berubah menjadi es, bukan hanya penyok, tapi bisa bolong !
Lagi-lagi alam Moskow bisa dijadikan guru untuk belajar dan emang apapun yang dicptakan Allah tak ada yang sia-sia, dan Dia menciptakan sesuatu bukan main-main. Semua ciptaanNya diciptkan punya maksud dan tujuan tertentu, yang terkadang manusia begitu lemah untuk mengetahui rahasiaNya, termasuk untuk memahami salju. Sehingga salju yang turun ke bumi, sepertinya biasa-biasa saja, sama dengan kejadian atau peristiwa alam yang lainnya.
Padahal salju yang telah diciptakan Allah SWT telah membuat begitu banyak pakar ilmuwan untuk menggalinya, betapa banyak perancang-perancang busana yang membuat pakaian yang berbagai macam jenisnya untuk menyambut sang salju, betapa banyak jenis olah raga dibuat untuk menghadapi salju ini, betapa banyak jenis peralatan olah raga untuk digunakan bermain salju, betapa banyak roda mobil yang diptakan khusus menghadapi musim bersalju, betapa banyak mobil dibuat untuk menghadapi salju dan seterusnya. Allahu Akbar !
Allah benar-benar tidak bermain-main menciptakan makhluknya yang satu ini, salju ! Ya salju adalah salah satu kreasi Allah yang Maha Besar, manusia yang tak bisa main-main berhadapan dengan salju, kelihatannya sederhana, namun kita kita lalai dan menganggap remeh berhadapan dengan salju, maka baru jalan saja, bila kita tak hati-hati akan terpeleset dan jatuh. Mobil bila tidak memakai ban yang berpaku, siap-siap menerima resiko terburuk, terbalik, tabrakan atau terjungkal. Berpakainpun begitu, bila tak rapat ( Seluruh tubuh tertutup, kecuali muka), apa lagi leher tidak pakai syal, maka siap-siap menyambut sang batuk, a cough !
Jadi salju yang diciptakanNya memberikan pelajaran bagi manusia, agar berlaku bijak dalam menghadapi apapun, tidak kecuali salju. Salju yang bisa menjadi begitu lembut dan cair, namun satu saat bisa begitu keras sekeras batu kali ! Dan kitapun, manusia bisa selembut salju dan secair hujan, namun satu saat hati kita bisa sekeras batu. Hati yang lembut biasanya di isi dengan dzikir, membaca Al Qur'an, mendengar kalam Illahi dan sebagainya. Sedangkan hati yang seperti salju yang sudah menjadi es, maka hati itu sekeras batu dan hati yang sekeras batu, biasanya adalah hati yang jarang disentuh oleh dzikir, tidak membaca Al Qur'an, tidak mendengarkan kalam Illahi dan seterusnya.
Jika salju saja bertasbih kepadaNya dan dapat menunjukan kekuasaanNya, mengapa manusia begitu keras hatinya, hingga untuk bertasbih atau berdzikir kepadaNya, malesnya minta ampun. Padahal dzikir itu gratis ! Dengan mengucap tasbih, tahmid, takbir, tahlil yang begitu ringan melakukannya, tapi timbangan amalnya di hadapan Allah begitu besar ! Jika salju saja bertasbih, mengapa kita tidak ikut bertasbih dengan turunnhya salju, turunnya hujan, turunnya rezeki, turunnya nikmat, turunnya karunia kepada kita. Mengapa kita tidak bertasbih kepadaNya ? Tidak malukah kita kepada salju yang bertasbih kepadaNya ?
Selengkapnyah...
Do'a Sukses Ujian
"AllohummarzuQnaa Fahman Nabiyyiina Wahiifdzolmursaliina
Wailhaamalmalaaikapilmuqorrobiina Bi Rohmatika Yaa
Arhamarrohimiina……"
Yang Artinya :
"Ya Allah Berilah Kami RizkQ Pemahamannya Para Nabi,Dan
Kemampuannya Menghafal Para Rasul,dan Ide Beriliannya
Para Malaikat Yang Senatiasa Mendekatkan Diri kepada MU
Dengan Rahmatmu Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang"
Bacalah sebelum test atau ujian, baik UN, UTS, UAS, maupun Ujian lainnya. insyaAllah . . .
Selengkapnyah...
Wailhaamalmalaaikapilmuqorrobiina Bi Rohmatika Yaa
Arhamarrohimiina……"
Yang Artinya :
"Ya Allah Berilah Kami RizkQ Pemahamannya Para Nabi,Dan
Kemampuannya Menghafal Para Rasul,dan Ide Beriliannya
Para Malaikat Yang Senatiasa Mendekatkan Diri kepada MU
Dengan Rahmatmu Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang"
Bacalah sebelum test atau ujian, baik UN, UTS, UAS, maupun Ujian lainnya. insyaAllah . . .
Selengkapnyah...
Langganan:
Postingan (Atom)

